BALINESE VIEW

for sustainable development

 

Liburan Hari Kemerdekaan RI & Hari Raya Galungan

Minggu ke tiga di bulan Agustus 2008, tepatnya tanggal 18 -21 Agustus 2008 merupakan weekend yang panjang bagi umat Hindu di Bali, mengapa? Karena bertepatan dengan adanya 2 even besar di Bali yaitu perayaan Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2008 namun karena jatuh pada hari Minggu maka pemerintah RI menjadikan hari Senin 18 Agustus 2008 sebagai hari libur nasional. Sementara di Bali selain berlaku libur nasional pada hari senin tanggal 18 Agustus 2008, juga berlaku libur daerah pada hari selasa 19 Agustus 2008 sampai kamis 21 Agustus 2008 karena untuk meghormati umat hindu di Bali untuk merayakan hari raya Galungan.

Rangkaian upacara galungan sebenarnya sudah berlangsung sejak tanggal 14 Agustus 2008 namun secara resmi pemerintah daerah propinsi Bali hanya memberikan kebijakan untuk hari libur berkaitan dengan hari raya galungan yaitu pada Hari Selasa untuk upacara Penampahan Galungan, Hari Rabu untuk upacara Galungan dan hari Kemis untuk Manis Galungan. Pada umumnya masyarakat di Bali memanfaat kan kebijakan pemda Bali untuk merayakan Galungan dengan berkumpul dengan keluarga besar di tanah kelahiran. Biasanya masyarakat Bali yang merantau ke ibukota Propinsi Denpasar atau bermukim di pusat -pusat pariwisata seperti di Kuta, Badung kembali pulang kampung halaman untuk merayakan galungan bersama dengan keluarga besar.

Tahun 2008, dimana hari raya galungan jatuh setelah hari libur nasioanl tentu sangat dimanfaatkan oleh umat Hindu di Bali yang bekerja di sektor formal seperti pegawai negeri atau pegawai swasta untuk memperoleh waktu libur di kampung halaman lebih lama lagi. Sementara untuk perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan jasa seperti di kebanyakan di Bali tentu situasi ini kurang menguntungkan karena dengan panjangnya waktu liburan bagi karyawannya tentu tidak menguntungkan bagi jalannya oparasional perusahaan. Hal ini tentunya harus disiapkan sistem pembagian hari libur bagi masing-masing karyawannya sehingga antara perusahaan dan karyawan tidak saling merugikan.

Dirgahayu Republik Indonesia ke 63 (17 Aguatus 1945 -17 Agustus 2008)
Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan buat seluruh umat Hindu … Semoga Ida Hyang Widi Wasa selalu menganugrahi keselamatan dan kemakmuran buat kita semua.
Filed under : Sekilas Info
By Admin
On August 22, 2008
At 9:01 am
Comments : 0
 
 

Festival Layang-layang

layangan-janggan.jpg Sudah menjadi agenda rutin tahunan di Bali menggelar Festival layang-layang. Dari sekian banyak ataraksi atau festival atraksi budaya di Bali, festival layang-layang di Bali merupakan agenda international, terbukti banyaknya peserta fstival dari berbagai negara di dunia datang ke Bali untuk menikmati cuaca cerah di Bali sambil bermain layang-layang.

Layang-layang memang dikenal sejak berabad-abad yang lalu, namun bentuk dan model layang-layang selalu berubah dan berevolusi disetiap peradaban manusia. Di Bali terdapat model layang-layang yang sudah turun-temurun diwariskan dari setiap generasi yaitu dikenal dengan sebutan layangan bebean, layangan janggan, layangan pecukan. Awalnya layangan dimainkan oleh para petani disawah sambil menunggu masa tanam padi tiba, sehingga lahan sawah yang masih kering digunakan ajang bermain layang-layang. Ada mitos yang dipercaya bahwa tanah pertanian yang dijadikan areal bermain layangan akan membawa kesuburan bagi tanah sawah yang nantinya ditanami padi.

Saat ini hobi bermain layang-layang tidak hanya menjadi milik anak-anak namun di Bali orang dewasa pun banyak ikut mengemari bermain layang-layang. Seka layangan di Bali yang biasanya terorganisir di kelompok masyarakat yang disebut banjar saling bergotong royong membuat layangan tradisional bali ataupun layangan model kreasi baru dengan bentuk yang besar untuk dapat didampilkan dalam fesival layang-layang. Layangan yang dibuat banjar tentu ukurannya sangat besar antara 3-5 meter lebarnya dan tentunya anggota banjar terutama yang masih muda bergotong royong menarik layangan raksasa tersebut agar bisa mengangkasa dengan sempurna.

Festival layang-layang di denpasar, biasanya dilaksanakan di pantai padanggalak sanur tiap bulan Juli, dan diikuti oleh ratusan banjar baik di denpasar maupun di gianyar dan tabanan. mereka dengan semangat menampilkan layangan terbaiknya.

Filed under : ISSUE BUDAYA
By Admin
On August 4, 2008
At 3:14 pm
Comments : 0
 
 

Bonsai Tanaman Langka

bonsai-boni.jpg Orang Bali pada umumnya pasti sangat menyukai rujak buah, salah satu buah yang biasa digunakan bahan rujak dengan rasa khas yaitu boni. Rujak boni sampai saat ini masih ditemukan di beberapa pojok penjual rujak di Bali, itu pun kalau pada masa berbuah tanaman boni. Buah boni berbentuk bulat kecil dengan warna merah dengan rasa asam, sangat pas apabila dicampur dengan bumbu rujak yang pedas dan tambahan gula merah yang manis.

Namun keberadaan tanaman boni saat ini telah menjadi sesuatu yang langka, dimana tanaman yang biasanya tumbuh di tegalan warga bali dan saat ini mulai tergusur seiring meningkatnya pembangunan di seluruh pelosok lahan di Bali, banyak lahan sudah berubah menjadi kawasan perumahan ataupun beralih fungsi menjadi kawasan villa. Banyak cara yang mungkin bisa dtempuh untuk menyelamatkan tanaman langka ini dari kepunahan, diantaranya menanam di dalam pot dan menjadikannya bonsai. Bonsai Boni merupakan tanaman yang menarik dilihat terutama waktu berbuah karena dengan struktur buah yang banyak beruntai dengan warna merah apabila telah matang tentu membuat mulut dipaksa menelan ludah karena terbayang rasa rujak boni yang asem manis.

Seperti dalam gambar, bonsai boni tersebut adalah koleksi keluarga kami di desa kemoning, klungkung. Foto ini diambil sewaktu bonsai boni itu lagi berbuah.

Filed under : Sekilas Info
By Admin
On July 25, 2008
At 12:16 pm
Comments : 0
 
 

Punahnya Lahan Pertanian Di Desa Adat Kemoning, Klungkung

Desa Adat Kemoning terletak di wilayah administrasi Kecamatan Semarapura Klod, Kabupaten Klungkung, propinsi Bali. Secara geografis wilayah desa adat Kemoning terletak di tengah kota Semarapura Klungkung. Dalam dekade tahun 1950 an, mayoritas penduduk desa adat Kemoning berfrofesi sebagai petani baik sebagai petani disawah maupun petani di ladang.

Seiring dengan perkembangan jaman dengan meningkatnya taraf pendidikan masyarakat desa adat Kemoning, telah menggeser mata pencaharian sebagian besar masyarakat desa adat kemoning. generasi masyarakat desa adat kemoning kelahiran pasca tahun 1960-an telah memilih profesi menjadi pegawai negeri, pegawai swasta dan wiraswasta atau berdagang sebagai pilihan mata pencahariannya. Begitu pula dengan generasi selanjutnya seiring dengan meningkatnya industri pariwisata di Bali, sebagian besar masyarakat desa adat kemoning memilih profesi yang terkait dengan industri pariwisata. Sehingga hampir dipastikan tidak ada generasi penerus yang melanjutkan profesi sebagai petani di desa adat kemoning.

Berdasarkan letak geografis, wilayah desa adat kemoning merupakan baian dari kota Semarapura, ibukota kabupaten Klungkung. Rumah Sakit Kabupaten Klungkung terletak di wilayah desa adat Kemoning. Sehingga lahan pertanian di wilayah desa adat kemoning sangat cocok dijadikan target pengembangan kota terkait dengan persedian kawasan perumahan bagi penduduk Semarapura. Dengan adanya program LC di subak Uma Lemek yang notabena wilayah desa adat Kemoning telah menajdikan kawasan pertanian itu dalam waktu singkat kurang lebih 10 tahun telah berubah menjadi kawasan perumahan yang padat dengan berbagai permasalahan sosial masyarakat yang mengikutinya.

Kemana sistem Subak di Uma Lemek, Kemoning? Pertanyaan yang sulit dijawab oleh warga desa adat Kemoning sendiri bahkan oleh Kelian Subaknya sekalipun. Apakah Lahan pertanian di Desa Adat Kemoning telah PUNAH???

Filed under : ISSUE LINGKUNGAN
By Admin
On July 23, 2008
At 9:13 am
Comments : 0
 
 

Selamat & Sukses buat I Made Mangku Pastika & A.A. Puspayoga

Hajatan besar KPUD Bali telah berlalu dengan sukses dan damai pada tanggal 9 Juli 2008, apalagi kalau bukan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 2008-2013. Walapun hasil perhitungan resmi dari KPUD Bali belum diumumkan namun melalui media informasi nasional dengan sistem perhitungan cepat telah mengumumkan hasil pertingungan dengan perolehan 58% suara pemilih yang sah diperoleh oleh pasangan Mangku Pastika & Puspayoga melalui kendaraan politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Kesuksesan KPUD Bali dalam menyelenggarakan Pilkada Bali 2008, tidak terlepas dari adanya catatan-catatan yang perlu dievaluasi untuk perbaikan kedepan. Salah satunya banyak masyarakat yang memepunyai hak suara idak mendapatkan kartu pemilih dan bahkan di salah satu TPS di kota Denpasar sempat terjadi keributan dan protes keras karena banyak warganya tidak memperoleh kartu pemilih. Mekanisme pendataan dan pembagian kartu pemilih tentu harus menjadi catatan penting bagi KPUD Bali untuk mempersiapkan Pilkada berikutnya.

Pilkada Bali 2008, merupakan prestasi masyarakat Bali secar keseluruhan, yang memperlihatkan kedewasaan rakyat Bali dalam berdemokrasi dan menyampaikan pendapat. Dari Pengamatan saya di TPS 17 Denpasar Utara, partisipasi warga dalam menggunakan hak pilihnya sangat tinggi. Bagi warga yang bekerja disektor swasta rela terlambat ke kantor demi menggunakan hak pilihnya. Dan yang menarik dari cerita salah seoarang teman saya di kantor mengatakan bahwa Bapak teman saya yang berprofesi sebagai petani di salah satu desa di kecamatan tembuku Bangli, rela meninggalkan aktifitasnya ( memotong rumput buat ternak sapinya) dalam satu hari demi melakukan “pencoblosan” dan menunggu hasil perhitungan suara. Alasannya simple : “walapun calon saya menang atau kalah tidak akan membawa dampak bagi saya secara langsung namun apabila calon saya menang dalam Pilkada ini tentu hal itu akan membawa rasa senang bagi saya, dan rasa senang dan bangga itu tidak dapat diniali dengan uang!” Sikap sederhana seorang petani di Bangli ini tentu sangat sederhana namun membawa makna yang besar karena apabila semua pemilih berpikir sama dengan petani di Bangli tersebut sudah barang tentu semua even demokrasi / pemilihan di Indonesia akan berlangsung damai.

Rasa SALUT juga saya ucapkan buat Pasangan CBS-Suweta dari Partai Golkar serta pasangan Winasa- Alit Putra, yang telah memenuhi janjinya untuk Siap KALAH! dan menerima hasil Pilkada bali 2008 dengan sikap ksatria. Mereka adalah pemimpin Bali yang harusnya bisa menjadi contoh bagi semua calon pemimpin di Indoensia. Pilkada bukan ajang pertarungan yang mempertaruhkan seluruh potensi daerah termasuk keamanan dan keselamtan warganya.

Semoga Pilkada Bali 2008 bisa berjalan damai sampai nanti dilantiknya Bapak I Made Mangku Pastika dan Bapk A.A. Puspayoga menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. Semoga pasangan ini segera bisa menjalankan program-program kerjanya sebagimana telah disampaikan dalam kampanye untuk mewujudkan BALI MANDARA.

Filed under : ISSUE POLITIK
By Admin
On July 10, 2008
At 8:30 am
Comments :1
 
 

Persiapan Pencoblosan Pilkada Bali 2008

Jadwal Pencoblosan Pilkada Bali sudah beberapa hari lagi, tepatnya pada tanggal 9 Juli 2008. Sesuai jadwal yang diumumkan KPUD Bali, waktu pencoblosan dari pukul 07.00 - 13.00 Wita.
Para petugas KPPS sudah diberi dead line seluruh kartu undangan dan kartu pemilih sudah sampai ke tangan calon pemilih. Tentu persiapan dan jadwal ini telah diperhitungkan dan direncanakan dengan matang oleh para petugas di KPUD Bali.

Di salah satu pojok kota Denpasar, tepatnya di rumah saya, persiapan Pilkada Bali 2008 sangat terasa. Kebetulan bapak saya terpilih di Banjar sebagai salah seorang petugas Ketua KPPS. Oleh karenanya hampir satu minggu ini bapak saya sibuk menyortir semua data-data warganya yang berhak mendapat kartu pemilih berdasarkan data-data dari KPUD Bali. Dalam TPS yang menjadi tanggung jawab bapak saya terdapat 518 orang yang akan memberikan suaranya dalam Pilkada Bali 2008 nanti. Sampai tadi pagi tepatnya pukul 1.30 akhirnya bapak saya baru selesai menyelesaikan surat undangan dan kartu pemilih dan pagi ini bapak saya telah membagikan surat undangan itu kepada semua warganya yang akan memiliki hak suara dalam Pilkada Bali 2008.

Bisa dibayangkan aktifitas serupa juga dilakukan oleh ribuan orang di Bali yang ditunjuk sebagai KPPS dalam Pilkada Bali. Semua orang meluangkan waktunya untuk menyukseskan Pilkada Bali 2008. Semoga Pilkada Bali 2008 dapat melahirkan pemimpin yang benar-benar mampu mewujudkan program kerjanya demi kemajuan Bali lima tahun ke depan.

Mari gunakan hak suara kita dengan hati nurani demi tercapainya Pilkada Bali 2008 yang demokrasi, aman dan damai.

Filed under : ISSUE POLITIK
By Admin
On July 4, 2008
At 3:50 am
Comments : 3
 
 

Sehari Di Nusa Penida

Pada hari Sabtu, 28 Juni 2008, saya mendapat tugas dari kantor untuk melakukan tugas lapangan di Nusa Penida. Saya dan team saya berjumlah lima orang menyebrangi selat Klungkung menumpangi Kapal Boat melalui Pelabuhan Padang Bay Karangasem.

Pagi itu, suasana pelabuhan padang bay sangat ramai terutama para calon penumpang yang akan menyebrang ke Nusa Penida. Sebagian besar calon penumpang telah mengenakan pakaian sembahyang ke pura, karena hampir seluruh calon penumpang itu akan melakukan perjalanan tirta yatra ke Pura Dalem Ped, Nusa Penida. Menurut keterangan petugas karcis pelabuhan, pagi ini akan ada rombongan “pemedek” yang akan menyebrang menuju ke Nusa Penida sebanyak kurang lebih 600 orang. Informasi ini membuat kami sedikit khawatir jikalau kami tidak bisa menyebrang karena kehabisan boat.

Setelah cukup lama menunggu akhirnya kami dipersilahkan menaiki boat dan bersiap menyebrang ke Nusa Penida. Kapal boat disi sebanyak 40 orang penumpang sesuai dengan kapasitas boat yang kami tumpangi. Perjalan kami tempuh selama 45 menit, dan pagi itu cuaca cukup bersahabat dengan kami sehingga perjalanan berjalan lancar dan kami bisa melihat pemandangan selat Klungkung yang indah.

Sesampinya kami di pelabuhan boat di Nusa Penida, kami langsung disambutan para sopir angkot yang siap mengantar kami berkeliling di Nusa Penida. Kebetulan salah satu team kami adalah warga Nusa penida, maka kami tidak kesulitan untuk mencari kendaraan untuk aktifitas kami di Nusa Penida. Ini adalah kali ke dua saya berkunjung ke Nusa Penida, sebelumnya saya ke Nusa Penida bersama keluarga dalam rangka sembahyang di pura-pura yang ada di Nusa Penida. Kali ini saya cukup terkejut dengan kendaraan yang kami tumpangi karena kami dijemput mobil Daihatsu Xenia 2007, kendaran yang tergolong baru dan tidak umum berada di Nusa Penida, sebab biasanya sepengetahuan saya di Nusa Penida hanya ada kendaraan Pick Up yang diberi atap, sebagaimana pengalamannya saya dalam kunjungan pertama di Nusa Penida kira-kira 2 tahun lalu.

Rupanya, Nusa Penida telah banyak berubah dalam kurun waktu 2 tahun ini, hal utama yang menjadi penyebabnya adalah keberadaan Kapal Roro (kapal Ferry) yang menghubungkan Nusa Penida dengan Pulau Bali. Dengan keberadaan kapal angkut yang mampu menampung 16 kendaraan besar / mobil itu telah membuat pertumbuhan pembangunan di Nusa Penida meningkat.

Menurut keterangan warga Nusa Penida, harga bahan-bahan material bangunan di Nusa Penida telah mendekati harga di Pulau Bali (menurun) karena sebelum adanya kapal Roro ke Nusa Penida, harga bahan-bahan bangunan di Nusa Penida bisa mencapai tiga kali harga di Pulau Bali. Dengan adanya kapal roro warga Nusa Penida bisa dengan mudah membeli mobil dan dibawa ke Nusa Penida. pada umumnya warga di Nusa Penida membeli mobil untuk dipakai usaha penyewaan untuk mengantar para “pemedek” / wisatawan yang akan berkunjung ke pura-pura di Nusa Penida.

Tanah-tanah di Nusa Penida, menurut keterangan warga setempat sudah habis terjual ke investor baik investor dari Jakarta maupun dari luar negeri. Tanah-tanah yang berada di pinggir pantai dengan view pantai telah habis dikuasai oleh investor. Rata-rata pemilik tanah telah menjual tanahnya dengan harga murah karena waktu itu belum ada fasilitas Kapal Roro, namun saat ini harga tanah tersebut telah naik hampir 1000% per are-nya.

Semoga masyarakat Nusa Penida tidak “terusir” dari tanah kelahirannya. Mari kita bangun Nusa Penida dengan bijaksana dan melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat Nusa Penida.

Filed under : ISSUE LINGKUNGAN
By Admin
On July 1, 2008
At 9:13 am
Comments : 3
 
 

Pesta Kesenian Bali

Setiap tahun pemerintah provinsi Bali mengadakan program pelestarian kebudayaan dan kesenian yang format dalam berbagai kegiatan dalam waktu satu bulan penuh dan bertepatan dengan waktu liburan sekolah, program itu adalah Pesta Kesenian Bali atau biasa disingkat PKB.

Tahun ini PKB dibuka oleh Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudoyono bertempat di depan monumen perjuangan rakyat Bali Bajra Sandi. Dalm pembukaan yang meriah tersebut menampilkan pentas seni dalam bentuk karnaval dari seluruh kabupaten dan kota di Bali, civitas ISi Bali, perwakilan kabuapten / kota di indonesia dan wakil-wakil seniman dari negara-negara sahabat yang ikut dalam acara pembukaan PKB tersebut.

Perhelatan PKB, dijadikan barometer perkembangan dan pelestarian seni di Bali, PKB juga menjadi ajang pencapaian prestasi dari para seniman dalam berbagai pergelaran lomba kesenian, PKB juga menjadi ajang pameran dari berbagai daerah dalam memperkenalkan produk kesenian / kerajinan tangan yang sarat mengandung unsur seni dan berkualitas. PKB juga menjadi ajang tahunan bagi para pedagang kaki lima dalam menjajakan dagangannya.

Banyak komentar di masyarakat bahwa pelaksanaan PKB menyajikan pementasan seni yang monoton. Ajang PKB lebih banyak diramaikan pedagang kaki lima dan pedagang baju layaknya pameran industri. Dan banyak lagi komentar -komentar miring tentang pergelaran PKB tiap tahunnya. Apapun komentar itu, mari kita bersama berpikir positif dan mencari solusi atas kekurangan - kekurangan yang mungkin ada dalam pelaksanaan PKB.

Sejak PKB diperkenalkan oleh mantan Gubernur Bali (Alm) Ida Bagus Mantra, PKB sudah terbukti menjadi ikon Bali di dunia international. PKB merupakan suatu bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam melestarikan kesenian dan budaya kesenian di Bali. PKB pasti akan selalu berkembang, akan selalu ada perubahan dalam tema penyelenggaraannya disesuaikan dengan jamannya.

Selamat berpesta dan berkreasi buat para seniman BALI dan seniman dari seluruh dunia. Semoga melalui kesenian orang bisa melupakan semua beban hidup di dunia dan semoga dunia semakin DAMAI.

Filed under : ISSUE BUDAYA
By Admin
On June 26, 2008
At 4:29 am
Comments :1
 
 

PILKADA PROPINSI BALI

Pagi ini saya membuka halaman koran Radar Bali, hampir sebagian besar kolom utama membahas tentang pembukaan masa kampanye tiga Kandidat Cagub & Cawagub Propinsi Bali. Siang ini pula saya sempat melintas di jalan by pass Ngurah Rai juga sempat berpapasan dengan iringan robongan kampanye salah satu pendudkung kandidat Pilgub Bali.

Selamat buat para kandidat :

  1. Paket Winasa - Alit Putra
  2. Paket Cok Surayawan - Suweta
  3. Paket PAstika -Puspayoga

Selamat berkampanye, semoga semua Kandidat bisa berkampanye dengan damai dan dapat meredam emosi para pendukungnya demi keamanan dan kedamian di Bali.

Pilgub Bali cukup semarak, dimulai dengan pembukaan resmi yang dipusatkan di Monumen Bajra Sandi di Lapangan Renon dan dilanjutkan dengan iring-iringan kandidat menumpangi kendaraan tradisional bali yaitu dokar. ( Dokar adalah kereta kuda dengan satu ekor kuda yang menarik di depan). Semoga saja Pilgub Bali berjalan dengan lancar dan damai, acara pembukaan kampanye yang dibuka dengan damai yang digambarkan dengan pelepasan 9 ekor burung dara dan 100 buah balon ke udara serta pembacaan doa2 oleh para pemuka agama di Bali menjadi taruhan atas berjalannya kampanye dengan damai, santun, beretika dan cerdas sehingga pesan-pesan kampanye dapat dipahami dan meyakinkan para pemilih untuk tetap yakin akan pilihannya untuk melakukan pencoblosan / memilih kandidat dengan hati nurani tanpa adanya unsur paksaan ataupun money politik / serangan fajar!

Masyarakat Bali adalah manusia yang terkenal dengan keramahannya, kesabarannya dan cinta akan perdamaian. Semoga dengan Pilgub Bali yang akan digelar pada tanggal 9 Juli 2008 dapat berjalan dengan damai. Siapapun kandidat yang kalah nanti bisa menerima kekalahan dengan kesatria sehingga tidak menjadikan Pilgub Bali menjadi ajang pertaruhan yang mempertaruhkan perdamaian di Bali.

Filed under : ISSUE POLITIK
By Admin
On June 23, 2008
At 2:43 pm
Comments :1
 
 

BLOG PRIBADIKU…

Hai semua,

Perkenalkan namaku I Putu Harry Suandana Putra, SH.

Ini adalah Blog pertama saya, untuk mengekspresikan dunia saya dalam bentuk tulisan dengan tujuan bisa berbagai dengan semua pembaca.

Saya berharap, semua pembaca dapat berbagi informasi dengan saya, baik melalui kritikan membangun dari tulisan saya atau dari cerita saya dan menambah ilmu dan pengetahuan bagi kita semua.

Salam!

Pengasuh.

Filed under : UMUM
By Admin
On
At 8:36 am
Comments : 3